. dEmi Masa

Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati
supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
(Al-`Asr 103:1-3)



Wednesday, December 30, 2009

040 Susunan Cinta

Aku hela nafas tenang
Memohon maaf kesilapan diri
Yang terlintas di alam maya ini
Yang terlahir di atas tulisan aku ini

Dalam mengintai diri yang masih dibanjiri kelesuan
Aku cuba memacak bendera hati di puncak harapan
Aku cuba menyusun pengalaman diri di Perhiasan Kasih
Aku patuh, tunduk dan sujud hanya pada-Mu Wahai Pemilik Hati

Wahai sahabat
Izinkan aku meluahkan perasaan hati ini
Luahan yang mungkin bisa dibuat renungan oleh dirimu
Luahan yang mungkin bisa membuatmu mengambil berat terhadap hati ini
Untuk diberi bisikan nasihat
Luahan yang mungkin bisa diibaratkan olehmu seperti habuk yang ditiup angin
Malah tidak memberi sebarang manfaat kepada sesiapa pun di dunia ini
Luahan yang mungkin bisa memberi kesedaran pada hati ini sendiri
Dan mungkin membari kesedaran kepada hatimu jua

Dari jauh
Kelihatan kelibat hitam disebalik jendela hati
Menjadikan hati ini kian merasa gelisah
Menjadikan hati ini kian sengsara
Aku meniti dari mana asal-usulnya
Mendekati diri tanpa aku sedari
Menghantui diriku menjadikan aku makin lesu
Memalapkan cahaya yang kian indah tersinar
Menyalakan wawasan duniawi dalam diri ini

Kehidupan ini aku ibaratkan seperti lilin
Lilin yang membakar dirinya
Nyalaan itu nyawanya
Lilin itu pula wajah usianya
Dari mula cahaya dinyalakan
Sedikit demi sedikit cahaya itu memakan lilin
Sehinggalah...
Lama-kelamaan cahaya lilin itu tetap akan terpadam
Mungkin cahaya itu terpadam kerana lilin itu mula surut ke bumi
Mungkin belum sempat ia surut tapi ditiup angin disekelilingnya
Dan mungkin juga diganggu oleh sesuatu sehingga menyebabkan ianya terpadam
Begitulah nyawa manusia
Bisa meninggal dunia kerana usia tua
Bisa meninggal dunia pada bila-bila usia
Maka ini, pintu taubatNya masih terbuka luas
Kerana kematian itu datang tanpa memberitahu

Wahai sahabat
Aku ini bukanlah seperti apa yang kau sangkakan
Sejauh mana engkau mentafsir diri aku
Sejauh itu aku merasa ragu padamu
kerana...
setelah lama aku memegang nama sebagai manusia
aku juga sendiri sering mentafsir sahabatku yang lain
tapi...itu semua ditegah
itu semua dilarang ibu bapaku
itu semua dilarang oleh pendidik diriku ini
dan saat ini aku tahu kenapa dan mengapa
pastinya engkau juga akan tahu jawapan itu kelak

Sahabat
Kata-kata yang aku susun ini pastinya bukan untuk dirimu sahaja
Ia adalah suatu yang menjadi pegangan hidupku jua.
Dan andai kata aku menitiskan titik hitam pada kehidupan
aku pohon padamu
kau sebagai sahabatku
bantuilah aku
nasihatilah aku
tergurilah aku
pimpinlah aku
janganlah engkau membiarkan aku menitiskan lebih banyak titik hitam di dalam kehidupan ini
dan pastinya
akan aku lebih bahagia
andai dirimu membawa namaku
dalam iringan doamu

terima kasih sahabat

No comments: